Rabu, 22 Agustus 2012

Sukses BUTIK ANNISA, menggabungkan Bisnis Jilbab dengan Dunia Internet


Peluang Usaha bisa berawal dari inspirasi banyak hal, salah satu diantaranya adalah karena terkena bencana.
GEMPA TAHUN 2006 yang menghancurkan perekonomian banyak keluarga di Yogyakarta memang berakibat banyak. Namun ada orang yang terbangkit bangkit asanya dan tergali semangatnya akibat bencana alam yang tak dapat diprediksi itu. Nur Annisa Rahmawati ST., MM, beruntung termasuk golongan orang yang terakhir itu. 

Tersentuh akan penderitaan orang di sekitarnya , Annisa merasa ingin memberdayakan kaum perempuan. Kalau saja diberdayakan kaum ibu bisa menjadi insan yang berjiwa pengusaha, pikir Annisa.

Terdorong oleh keinginannya untuk membantu kaum ibu di lingkungannya, puteri bungsu dari tiga bersaudara ini lantas memutar otak untuk menciptakan lapangan kerja bagi mereka. Berbekal hobi merancang busana muslimah yang ditekuninya sejak kuliah, Annisa memutuskan untuk berbisnis busana muslimah. Ketertarikan Annisa pada dunia wirausaha ini sudah dimulai sejak masa awal kuliah  di Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Cita-citanya mungkin diwarisinya dari orangtua yang pengusaha alumunium Namun keinginan untuk hidup mandiri dan memiliki kebebasan waktu dalam bekerjalah yang semakin memperkuat niat kelahiran 29 Mei 1982 ini untuk berwirausaha.

Dengan modal awal sekitar empat juta rupiah, Annisa mulai membangun bisnis dengan memanfaatkan rumahnya sebagai rumah produksi. Dua orang tetangga membantunya dalam proses produksi, satu sebagai penjahit dan satu lagi sebagai pemayet. Batik Annisa begitu ia menamainya, memproduksi berbagai busana muslimah yang terbuat dari berbagai macam bahan seperti, sifon, thai silk, katun, dan rawsilk. Tidak hanya busana muslimah, butik ini juga memproduksi gaun pesta, selop brokat, serta bando jilbab. Seluruh produk yang dibuat dikerjakan secara manual sehingga terjamin eksklusivitasnya.


Melalui butik yang didirikan pada 1 Mei 2007 ini, Annisa membantu kaum muslimah berbusana sesuai syariah, namun tetap berkelas dan anggun di segala suasana. Konsep busana muslim yang chic, elegen, dan syari’di Butik Annisa menjadikan koleksinya cocok digunakan kalangan muslimah berusia 25 sampai 40 tahun.

PEREMPUAN INGIN BERDAYA

Merintis sebuah usaha memang bukan hal yang mudah. Begitu pula yang dirasakan oleh sarjana teknik dan magister manajemen yang pernah bekerja di Pusat Studi Bencana Universitas Islam Indonesia ini. Annisa menyadari bahwa dalam berbisnis diperlukan keuletan, kesabaran, dan intuisi yang tajam. Dukungan dari keluarga membuatnya semakin gigih menjalani bisnis.

Berbagai upaya pemasaran produksi butik yang terletak di jalan Kemasan 71 Kotagedhe Yogyakarta ini telah dilakoni oleh Annisa. Milis, blog, dan pameran menjadi sarana promosi dan pemasaran hasil kreasi perempuan yang berjilbab sejak tahun 2004 ini. Baginya milis dan blog adalah tempat berbisnis sekaligus sarana untuk menampilkan kreasi terbaik.

Selain rajin berpartisipasi dalam pameran busana, Annisa selalu berusaha untuk menghasilkan kreasi-kreasi baru di butiknya Kedua hal tersebut merupakan strategi yang digunakan Annisa untuk mengembangkan bisnisnya. “Ide untuk membuat rancangan atau model produk bisa diperoleh dari berbagai sumber. Kadang-kadang saya berburu ide produk di internet atau majalah, tetapi tidak jarang mendapat masukan dari para pelanggan yang mengunjungi pameran ungkapnya.

Butik Annisa terus berkembang berkat kerja keras perempuan lulusan S2 UII Yogyakarta ini. Usahanya yang sungguh-sungguh membuat produksi butik ini mampu menembus pasar internasional. Wilayah pemasaran koleksi busana kreasi Annisa pun meluas sampai ke negara tetangga, misalnya Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Australia. Beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Jerman juga telah menjadi target pasarnya.

Salah satu strateginya adalah harga yang terjangkau. Karena banyak menggunakan kain, umumnya busana muslimah tergolong mahal. Namun Annisa dapat mematok harga yang cukup realistis. Kisaran harga untuk atasan misalnya: Rp 100.00-Rp.200.000, setelan Rp 200.000-Rp 300.000, gamis: Rp 300.000- Rp 400.000, kebaya muslimah: Rp 300.000 – Rp 400.000, gaun pesta Rp 400.000 – Rp 500.000, selop brokat: Rp 150.000, dan bando jilbab: Rp 75.000.



Memanfaatkan Teknologi Digital

MOTIVASI NUR ANNISA Rahmawati untuk memberdayakan kaum ibu di kota Gede,Jogjakarta pasca-gempa besar pada 2006, pada dasarnya adalah supaya kaum dapat mandiri dan membantu menyokong perekonomian keluarga. Untuk itu ia membuat layanan butik online, www.butikannisa.com. Pada awalnya ia berkonsentrasi berkonsentrasi pada pembuatan baju muslimah, namun seiring berkembangnya permintaan, kini pemegang gelar magister manajemen itu juga membuat berbagai aksesori busana muslim baik untuk pasar dalam maupun luar negeri. Penggunaan teknologi komunikasi untuk bisnis butik di kota dulu pernah menjadi sentra kerajian perak ini merupakan sebuah langkah strategis Annisa untuk menjadi generasi mandiri yang berdampak bagi lingkunganya.


Q: Pertanyaannya, mengapa Anda memilih penjualan secara online? Kenapa tidak mem­buka toko biasa saja?

A: Banyak keuntungan berbisnis online, di antaranya untuk biaya set-up bisnis relatif rendah. Tidak perlu punya toko dan secara otomatis me­ngurangi biaya operasional, pemasaran, overhead, dan lain-lain. Dulu saya belum punya website, saya menggunakan blog gratis. sehingga modal saya untuk pemasaran itu nol.

Q: Tetapi bukankah tiap bangsa berbeda-beda selera busananya?

A: Salah satu baju yang dipakai peraga adalah model yang disukai orang Me­layu. Ini adalah salah satu busana pesanan orang-orang Malaysia, Brunei, dan Singapura, yang kebanyakan orang Melayu. Ciri khasnya, mereka lebih suka pakai rok. Berbeda dengan orang kita yang lebih suka pakai celana panjang karena lebih praktis. Model Melayu ini detailnya ada payer dan ada parel, itu merupakan istilah-istilah untuk hiasan yang kita tampilkan di baju.


Q: Bukankah busana muslim memiliki pangsa pasar tersendiri?

A: Sekarang busana muslim lebih mengglobal. Dalam artian jika dulu iden­tik dengan ibu-ibu, namun saat ini remaja sampai wanita usia 25 tahun pun tiudah banyak yang berbusana muslim.

Q: Saat ini busana muslim pun sudah bervariasi sehingga terlihat lebih modis. Namun jika kits berbicara soal pemasaran online, cakupannya tentu sampai ke mancanegara. Setiap orang yang dapat mengakses situs Anda, langsung dapat melakukan order. Dari mana saja biasanya pesanan datang?

A: Saar ini order terbesar dari luar negeri datang dari Brunei Darussalam, Singapura, dan Australia.




INTERNET SEBAGAI SARANA PEMASARAN

Annisa layak berbangga karena hasil usahanya telah membuahkan hasil. Kurang dari lima tahun, Butik Annisa yang omzetnya hanya Rp 1 jt per bulan kini melejit menjadi 70 jt per bulan. Belum lagi jumlah tenaga kerja yang bisa diserap oleh usahanya ini. Karyawan yang bekerja padanya telah bertambah dari yang sebelumnya hanya 2 orang menjadi 40 orang.

Bila saja Annisa adalah ibu-ibu biasa yang tak melek inleriw barangkali ceritanya akan lain. Mungkin harus bertahun-tahun lagi, kisah sukses tentang dirinya dimuat di berbagai media. Mungkin juga ia mengikuti lomba Wirausaha Muda Mandiri yang diselenggarakan Bank Mandiri. Untunglah ia terlahir dalam cohort internet yang membuatnya melek internet. Tahu bahwa produksi busana muslimnya tak hanya dapat mengandalkan strategi word of mouth alias pemasaran dari mulut ke mulut namun dapat menggunakan sarana internet yang tangan-tangannya menggurita ke seluruh dunia. Lewat website ia berhasil melipatgandakan modal empat juta rupiah menjadi 33 juta rupiah dalam waktu hanya tiga bulan.

Tentu saja semua itu tak dapat diraih dalam sekejap. Juga bukan karena faktor keberuntungan semata. Mengelola ibu-ibu yang memiliki urusan rumah tangga sendiri-sendiri tentu saja juga membutuhkan kesabaran dan sensitivitas tersendiri. Namun ia berhasil mengatasi problem apa saja yang mungkin terjadi, lebih karena ia sendiri seorang perempuan yang mengerti masalah perempuan lainnya.

Kendati menggunakan internet sebagai sarana utama, bukan berarti Annisa tidak pernah memamerkan hasil produksinya. Cara konvensional ini justru memang tidak pernah lekang oleh zaman. Orang (terutama perempuan) masih selalu ingin meraba, menyentuh, ataupun, mencium produk yang akan dibeli. Oleh karena itu, Annisa juga masih selalu rajin berpameran. Kiatnya adalah menjadikan pameran untuk lebih mendekatkan diri kepada pelanggan secara nyata, menampung masukan-masukan dari talon konsumen, bahkan juga menampung konsumen.



Untunglah, ia terlahir dalam cohort internet yang membuatnya melek internet. Tahu bahwa produksi busana muslimnya tak hanya dapat mengandalkan strategi word of mouth alias pemasaran dari mulut ke mulut, namun dapat menggunakan sarana internet yang tangan-tangannya menggurita ke seluruh dunia.



Lalu apakah Annisa sudah merasa puas dengan hasil yang diperolehnya saat ini? Belum. Ia masih menyimpan keinginan untuk m perbesar usahanya. Bisnis baginya adalah tempat untuk beraktualisasi, serta menjadi sarana untuk mengaktualisasikan diri, serta menjadi untuk sosialisasi dan memberikan manfaat bagi orang lain serta untuk membantu perekonomian keluarga.

Ambisinya itu tidak lepas dari keinginannya untuk membantu lebih banyak orang di sekitarnya. Ia ingin membesarkan usaha hingga mampu memberikan kesempatan kerja yang lebih luas lagi kepada tetangga sekitarnya baik itu penjahit, Sulam pita, pembuat bahan alami, dan sebagainya. Dan hal ini tidak lepas dari apa yang telah menjadi keyakinannya, perempuan bisa berdaya dan juga suka bergaya.

K unci untuk berwirausaha adalah “Action, action, dan action”, kita bisa belajar kalatt kita action dulu. jangan takut dengan ketiadaan modal. Keta­kutan-ketakutan itu harus dieliminasi, yang penting adalah action dan pada prakteknya nanti kita akan belajar se­iring dengan waktu.







1 komentar:

  1. Sungguh luarbiasa perjuangan Ibu Annisse Rahmawati ini patut kita teladani.

    Jika teman2 bingung untuk memulai usaha JIlbab, dapat juga dengan mengikuti Waralaba yang sudah terbukti mudah, menguntungkan, dan beresiko rendah. Salahsatunya adalah bisnis DISTRO JILBAB MEIDIANI

    Adapun produk2nya adalah JILBAB MEIDIANI, MUKENA MEIDIANI, AIMEE INNERS, dan produk2 non katalog.

    Terimakasih Admin yang telah mengijinkan saya untuk memposting komen ini. Semoga Admin sukses selalu!

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...